bareng?
cuaca di kota jakarta kini tengah tidak meyakinkan, cuaca yang tadinya sangat panas kini berubah menjadi sangat gelap, bahkan terdengar beberapa kali suara kilat yang cukup keras. hazel yang berdiri sendiri di depan kelas miliknya sambil bermain ponsel dibuat terkejut saat ada notif pesan dari seseorang. dirinya menoleh ke belakang, tepat di belakang terdapat sebuah tangga, dan di tangga itu terdapat sesosok laki-laki yang sangat ia benci keberadaannya. hazel kembali membuang muka.
laki-laki itu turun dari tangga dan menghampirinya, “gue anterin”, tawar cakra kepada hazel.
namun tidak dengan hazel, saat cakra mendekatinya, wajahnya malah terlihat sangat sepet. hazel tidak peduli dengan keberadaan cakra di sampingnya.
“tinggal iyain aja, gengsi bener lo” ledek cakra.
hazel tetap tidak peduli, dirinya lebih memilih melihat ponsel daripada melihat wajah cakra.
“yaudah kalo emang gk mau. gue tinggal”...“btw, katanya ini sekolah kalo pas ujan banyak suara-suara sama penampakan aneh ya?”, cakra berusaha menakut-nakuti hazel, namun naas, usahanya tetap tidak berhasil, hazel tidak menggubris dirinya.
“bisa diem gk?.”, muak dengan celotehan cakra, hazel memilih untuk buka suara dan menyuruhnya diam.
tak ingin menjawabnya cakra lebih memilih untuk pergi dan meninggalkan hazel sendirian di depan kelasnya dengan keadaan langit yang gelap, dan diperkirakan akan turun hujan lebat sebentar lagi.
hazel menghembuskan nafas pelan. suasana sekolah kini mulai cukup sepi, semua murid dan guru perlahan sudah mulai menghilang dari pandangannya, namun masih ada beberapa anak yang berlalu lalang. satu jam masih setia menunggu di depan kelas dengan keadaan langit yang mulai meneteskan air sedikit demi sedikit.
“masih disini?”
tanya seorang yang entah dari mana tiba-tiba berada di belakang punggungnya. suara yang tidak cukup asing, baru saja ia mendengarnya beberapa saat yang lalu. hazel menoleh ke belakang melihat sosok pria yang memanggilnya barusan. ternyata benar dugaannya, itu adalah suara cakra.
cakra terlihat tengah bersender santai di tembok tepat belakang hazel. hazel yang melihatnya tetap tidak memperdulikannya, ia lebih memilih untuk diam dan mendengarkan suara derasnya air hujan yang kini tengah turun membasahi bumi.
“pulang bareng gue?”, cakra memberi tawaran kembali kepada hazel agar dirinya mau untuk diajak pulang.
“maksa banget sih lo!?”, hazel sudah muak dengan keberadaan cakra di dekatnya, akhirnya dirinya kembali membuka suara, “pergi gak.”, bukannya menjawab dan pergi, laki-laki di depannya itu hanya diam dan menatapnya dengan tatapan malas. hazel yang melihatnya memilih untuk pergi meninggalkan cakra sendiri di depan kelasnya.
sialan banget, ngapain juga sih harus gue yang jadi taruhannya, seperti itulah isi hati hazel saat ini. sepanjang jalan hazel hanya menggerutu tidak jelas tanpa memperhatikan depan, dirinya hanya fokus pada lantai hingga pada akhirnya dia menabrak seorang tepat di depannya hingga membuat hazel terjatuh.
“aduh..”...“siapa sih yang mangkal depan gue?!”, hazel memegangi bokongnya yang terbentur lantai, ditambah dengan kondisi lantai licin karena air hujan yang menggenang. hazel mendongak melihat atas, berapa terkejutnya saat dirinya mendapati cakra lah yang menabrak dirinya.
“jalan yang fokus, gak usah pakek ngedumel gak jelas.”, ucap cakra dengan santai lalu pergi meninggalkan hazel yang terjatuh karena ulahnya tadi begitu saja tanpa meminta maaf atau menolongnya.
hazel tidak menyangka cakra akan melakukan ini kepadanya, rasanya detik ini juga hazel ingin menonjok muka sombong laki-laki itu, namun sayang cakra sudah pergi terlebih dahulu, alhasil hazel hanya bisa menyumpahinya dalam hati dan berusaha untuk berdiri sendiri.
“sukurin, tinggal ngikut aja susah”, sementara itu, jauh dari keberadaan hazel, di belakang sekolah terdapat cakra yang juga ikut ngedumel tidak jelas karena hazel. sebenarnya cakra juga ogah untuk mengajak hazel pulang bereng, tapi karena taruhan itu dia terpaksa.
“sialan bagas, gue harus ke basecamp dia.”, ucap cakra dengan sedikit emosi. dirinya langsung menyambar helm yang ada di spion motornya dan segera menyalakan motor untuk segera bergegas pergi dari sekolah.
...
– quersnda