halaman belakang

hazel berjalan keluar dari kelas dengan suasana hati yang buruk. mulut yang sedari tidak berhenti ngedumel membuat hazel tidak fokus pada jalannya dan tanpa sengaja kakinya menginjak tali sepatu miliknya sendiri hingga membuat hazel jatuh tersungkur. tawa yang keluar dari mulut siswa & siswi di sekitarnya membuat hazel merasa geram, mereka bukannya menolong tapi malah mentertawakan penderitaan orang lain. hazel segera bangkit dan membenarkan tali sepatunya, meski di sekitarnya masih banyak para syaitan yang masih membicarakan dirinya. hazel tidak berniat menggubris omongan mereka semua, ia lebih memilih untuk segera meninggalkan tempat ini.

tidak memakan waktu yang cukup lama akhirnya hazel tiba di halaman belakang sekolah yang keadaannya kini mulai sepi, di tambah lagi dengan suasana angin kencang dan langit yang kini di penuhi oleh awan hitam membuat kawasan ini terlihat lebih horor dari biasanya. tanpa menunggu lebih lama lagi hazel segera mencari keberadaan orang yang sedari tadi sudah menunggunya, ia celingak-celinguk mencari dan menulusuri kawasan belakang sekolah, namun nihil, tidak ada satu orang pun yang bisa ia temui sama sekali. dirinya berdecak kesal. tak kenal lelah dan ingin segera menyelesaikan urusannya hazel kembali berjalan menyusuri halaman dan mencari dimana sosok laki-laki yang sudah menunggunya sedari tadi. lelah, hazel berhenti di depan gudang usang yang sudah tidak terurus. matanya melirik ke arah pintu gudang tersebut, hingga pada akhirnya hazel mencoba untuk memberanikan diri membuka pintu gudang tersebut. namun saat dirinya ingin membuka pintu tersebut tiba-tiba sebuah tangan kekar mendarat tepat di bahu kanannya dan membuat hazel terkejut setengah mati. ia menoleh ke belakang dan melihat siapa yang berani memegang bahunya itu.

“cakra anjing.” hazel mengumpat dengan jelas ketika mengetahui siapa yang saat ini tengah berada di depannya.

“kaget? pasti lo mikir gue setan” cakra meledek wanita di depannya yang kini tengah memasang muka sok jutek kepada dirinya.

“sok tau.” singkat hazel dengan raut wajah yang memang ia buat se-jutek mungkin.

cakra tertawa pelan melihat raut wajah hazel, bukannya terlihat galak tapi malah terlihat lucu di mata cakra.

“muka lo gak cocok jadi sok jutek, gue lihat nya jadi mirip muka emak-emak mau tawuran pakek sapu”

dukk!

tanpa aba-aba hazel langsung menendang lutut cakra dengan keras hingga membuat sang empu terjatuh dan merintih kesakitan.

hazel tertawa puas melihat cakra merintih kesakitan di hadapannya.

“ups! sorry gak sengaja, kaki gue refleks nendang lutut lo. kalo mau marahin, marahin aja kaki gue”

“bangsat.”

“sakit ya? pasti lo gak bisa berdiri? kasihan banget sih...”

cakra mengertakkan giginya melihat wanita di depannya ini semakin tidak tahu diri kepada dirinya. tidak mau harga dirinya semakin di injak-injak, cakra segera berdiri dan menebahi bokongnya.

“berani juga lo jadi cewek.” cakra berjalan maju mendekati hazel dan menaruh tangan kanannya pada pundak kiri hazel.

hazel mengerutkan keningnya melihat tingkah cakra.

“tendangan lo gak ada apa-apanya buat gue. lain kali kalo nendang pakek tenaga, jangan modal suara.” ucap cakra sambil memperlihatkan smrik nya.

hazel mengepalkan kedua tangannya bersiap untuk menonjok wajah laki-laki yang saat ini tengah berada tepat di depannya.

cakra melihat ke bawah, tepat pada kedua tangan hazel yang saat ini tengah mengepal. cakra terkekeh melihatnya.

“jadi gimana? mau pipi kanan atau kiri? atau mau perut? lengan?”

“gak jelas lo.”

“gue kirain malah lo yang gak jelas”

“ck. rese banget sih,” hazel berdecak kesal melihat tingkah cakra yang terus-menerus membela dirinya sendiri hingga membuat hazel kehabisan kata-kata.

melihat ekspresi wajah hazel, cakra tersenyum sekilas. bukan senyum biasa, namun senyum kemenangan.

“urusan kita belum selesai, ada sesuatu yang mau gue omongin sama lo,”

“tinggal ngomong aja apa susahnya, ck”

“lo tunggu aja sampek bintang jadi bulet” cakra menepuk pundak kiri hazel sambil tersenyum simpul kepada dirinya.

“serah.” pasrah hazel.

“camkan ini baik-baik. jangan buang tenaga lo cuma buat bales dendam sama gue.” ucap cakra lalu pergi begitu saja meninggalkan hazel sendirian.

hazel mengerutkan keningnya mendengar kata-kata yang baru saja keluar dari mulut cakra. dirinya sedikit bingung dengan apa yang cakra maksud, namun dari ucapan cakra barusan ia dapat mengambil kesimpulan bahwa lebih baik diam daripada membangunkan singa yang tengah tertidur. mungkin seperti ini yang cakra maksudkan.

...

– quersnda