kepergok
“telat”
belum juga hazel bernafas dengan lega setelah sampai di kantin, dirinya sudah mendapatkan ocehan dari seorang cakra.
“balik sono”...“kelamaan lo jalannya”...“harusnya gue sewain pesawat buat lo tadi, gimana?”, cakra tertawa remeh.
“udah mending gue mau dateng, hargain kek perjalanan gue dadi kelas ke kantin”
“btw, siapa yang nyuruh lo kesini?”, cakra bertanya kepada hazel sambil menaikkan satu alisnya, tidak lupa dengan wajah datarnya.
“lo gak lagi mainin gue kan?”...“lo sendiri yang nyuruh gue ke kantin!”, emosi hazel saat ini sedang di permainkan oleh laki-laki yang tengah duduk depannya.
“siapa?”
“ya lo lah!”
“bego banget jadi cewek”...“udah keliatan kenapa dia bisa nipu lo”, cakra berdiri, berjalan mendekati hazel yang menatapnya datar. saat cakra tiba tepat di depan wajah hazel, dirinya tersenyum remeh, seolah dia tengah memberitahu bahwa hazel sangat rendah dimatanya.
hazel yang tadinya tidak ingin menanggapi omongan cakra, kini tidak terima jika harga dirinya tengah diremehkan “lo ngatain gue bego?”...“mau gue beliin kaca?, bisa-bisanya lo mau diajak mainin perasaan cewek”...“harga diri lo sebagai laki-laki kemana!?”...“lo cowok paling egois yang pernah gue temuin.”, hazel meluapkan semua amarah dan isi hatinya kepada cakra.
cakra diam, tidak berkutip sama sekali.
“kenapa diem?”...“dimana cakra yang sombong barusan?, kini giliran hazel yang tersenyum remeh kepada cakra.
“lo...”, belum sempat cakra menyelesaikan kalimatnya, bel istirahat telah lebih dulu berbunyi. perlahan murid-murid dari kelas lain berdatangan ke kantin, hal itulah yang kini membuat banyak pasang mata menyaksikan mereka berdua, tak terkecuali teman-teman cakra.
“cakra.”, salah satu dari teman cakra yang melihat mereka berdua maju dan menghampiri keduanya, ia adalah naren.
belum sempat naren berbicara kepada cakra, dirinya sudah pergi meninggalkan kantin begitu saja, hingga membuatnya menjadi bahan omongan siswa & siswi yang melihatnya.
hazel yang tidak peka dengan situasi ini hanya diam dan menatap bingung naren.
“gue naren, temen cakra”...“gue minta maaf kalo cakra udah nyakitin hati lo sama kata-katanya.”
ini ketos bukan sih?, hazel teringat dengan wajah laki-laki ini, bukankah dia ketua osis yang sudah lama menjabat di sekolah ini. jadi laki-laki yang ia temui di arena tadi malam adalah?, ketos sekolahnya sendiri. ini tidak salah lagi.
“gak masalah sih”...“btw, tadi mal–”
“bubar.”, naren sudah paham, hazel ingin berbicara apa kepadanya, pasti ini mengenai taruhan tadi malam. sebelum ia berbicara lebih lanjut mengenai tadi malam, naren segera menghentikannya dengan membubarkan kerumunan siswa & siswi yang sedari tadi menyimak mereka berdua.
siswa & siswi yang mendengar perintah naren pun segera bubar. ada yang benar-benar meninggalkan kantin dan ada yang masih berada di kantin untuk memesan makanan.
...
– quersnda