taruhan?
permainan telah berakhir, arena kini sudah mulai cukup sepi dengan penonton/pengunjung. hazel yang merasa ini sudah cukup malam segera memutuskan untuk berdiri dan segera meninggalkan tempat yang sedari tadi hanya di penuhi dengan suara kenalpot motor. baru saja hazel ingin melangkahkan kaki pergi, terdengar suara yang menahan langkah kakinya.
“hazel”, hazel menoleh dan melihat satu orang laki-laki yang tap asing di kepalanya, baru saja ia menemuinya barusan.
“bagas?”, ternyata bagas lah yang memanggil namanya, hazel tidak tahu kenapa laki-laki itu menghentikan langkahnya disaat ia ingin pergi, “eh iya, mau bicarain soal kerjaan?”, tebak hazel.
“ikut gue.”, ajaknya.
hazel sebenarnya tidak yakin dengan ajakan ini, namun siapa tau jika Bagas m mengajaknya untuk membicarakan tentang pekerjaan, jadi tidak ada salahnya jika dirinya ikut. hazel mencoba berfikir positif.
bagas berjalan memunggungi dirinya, hazel hanya mengikuti bagas saja.
basecamp?, hazel dibuat terkejut saat dirinya di bawa ke basecamp, dirinya tidak tahu jika ternyata di dekat arena ini terdapatbasecamp sebuah geng motor.
bagas berhenti di dalam basecamp dan mengajak hazel masuk. hazel hanya menurut dan dirinya mengikuti bagas untuk masuk ke dalam. saat hazel masuk ke dalam basecamp, terdapat empat laki-laki yang sudah ia kenali wajahnya, namun dua laki-laki?, siapa dia?, sepertinya ia baru melihatnya kali ini?. bentar, bukannya mereka yang tadi bertanding di arena melawan bagas dan anggotanya?, pikir hazel. dua laki-laki itu menatap datar hazel, sepertinya mereka tidak peduli dengan keberadaan hazel.
“oke.”...“berhubung balapan hari ini lo yang menang–”, bagas membuka pembicaraan pertama kali dan membubarkan keheningan di ruangan ini, namun saat di akhri pembicaraannya, dia mengehentikannya dan terdengar seperti menggantung kan.
“gue lupa, kenalin dulu nama lo bro”
bagas terlihat basa-basi kepada dua laki-laki yang berada tidak jauh darinya. terlihat jelas di mata hazel bahwa dua laki-laki itu tidak menggubris sama sekali perkataan yang di lontarkan oleh bagas kepadanya.
“tudep.”, salah satu dari dua laki-laki itu membuka suara.
hazel melihat ada aura yang tidak biasa diantara mereka berdua, sepertinya mereka bermusuhan?, pikir hazel.
“oke tudep.”...“cewek yang gue janjiin buat taruhan sekarang ada di depan lo.”, ucap bagas santai sambil tersenyum kemenangan.
what!, taruhan?, siapa?, gue!?.
...
– quersnda