ulangan harian
ulangan harian kini tengah berlangsung di seluruh kelas sma neo, tak terkecuali kelas yang di tempati oleh hazel.
ips bukan mata pelajaran yang mudah bagi seorang hazel, karena sejak duduk di bangku sekolah dasar ia sebenarnya sudah tertarik dengan pengetahuan alam, namun seiring berjalannya waktu, ia lebih memilih untuk fokus menekuni pelajaran di bidang sosial. tidak semua mata pelajaran harus kita kuasai, cukup ambil beberapa mata pelajaran yang kita anggap mudah dan sanggup untuk kita kuasai, meski begitu kita tetap harus belajar di semua bidang mata pelajaran. anggap saja salah satu dari mata pelajaran itu adalah sumber dari masa depan kita.
jam ujian pertama sudah dimulai. hazel tidak terlalu menyukai sejarah, namun ia bisa sedikit sedikit mengenai sejarah karena kuncinya ada di belajar. jika ia belajar dengan giat, mungkin semua mata pelajaran akan sangat mudah di benaknya.
guru membagikan dua lembar kertas yang berisi soal-soal ujian sejarah. hazel mengambil kertas yang diulurkan oleh guru.
beberapa menit telah berlalu, hazel fokus kepada kertas ujian yang berada di atas mejanya. tanpa ia sadari ada sebuah gulungan kertas yang sudah berada di bawah kakinya, alhasil hazel terpaksa menunduk dan mengambilnya. saat ia membuka gulungan kertas tersebut, tulisan yang paling pertama hazel baca adalah, “gue lupa belajar tadi malem, kasih contekan dong –yasa”, hazel menengok ke belakang lebih tepatnya ke arah meja milik yasa. yasa yang menyadari bahwa hazel tengah menengok ke arahnya langsung memberi kode kepada hazel untuk memberinya contekan dengan memperlihatkan kertas ujiannya kepada dirinya.
hazel menggeleng ke arah yasa.
“sebentar, saya mau ke toilet. kalian jangan buat kelas ini rusuh saat saya tengah tidak berada di kelas”, ucap guru penjaga.
sesaat setelah guru penjaga pergi dari kelas, tidak sedikit siswa & siswi yang berhamburan dari bangkunya masing-masing untuk segera mencari contekan dari murid-murid lain, begitu juga yasa. ia segera menghampiri meja hazel dan segera duduk di sampingnya. hazel merasa risih karena yasa duduk terlalu dekat dengan dirinya.
“minggir!”, hazel mendorong lengan bagian kiri yasa agar dirinya sedikit bergeser ke arah kanan dan tidak mendesak-desak tempatnya.
“zel buruan gue tanya”
“yeuu, makanya belajar.”
“emang lo tadi malem belajar?”
“belajar lah, ya kali gak!”
yasa mencibir temannya itu dengan umpatan-umpatan ringan yang masih bisa di dengar jelas oleh hazel. hazel yang mendengarnya lebih memilih untuk tidak menganggapnya serius, mungkin ini hanya candaan semata yang dibuat oleh yasa kepada dirinya.
saat suasana kelas tengah kondusif, tiba-tiba handphone milih hazel yang berada di bawah meja bergetar, alhasil hazel dengan cekatan segera mengecek pesan yang masuk di ponselnya itu. saat ia membuka layar ponselnya, nama yang pertama kali ia baca adalah pesan milik cakra.
setelah membaca dan membalas beberapa pesan dari cakra, hazel menghela nafas malas.
“cowok aneh.”, batin hazel.
...
– quersnda