...
“makasih.”
“lo gak mau perpanjang ini semua?”
“maksut lo?”
“seminggu kita jalan bareng, hati lo gimana?”
“bisa gue ngomong jujur?”
“gak ada salahnya gue tau perasaan lo”
“gue nyaman.”
“backstreet?“
“cak, lo gak lagi mabuk kan?”
“gue sadar.”
“kenapa harus backstreet?, kenapa gak lang–”
“lo mau di serang satu sekolah?”
“gue tau lo seterkenal itu di sini...”
“siapa bilang?”