quersnda

...

“makasih.”

“lo gak mau perpanjang ini semua?”

“maksut lo?”

“seminggu kita jalan bareng, hati lo gimana?”

“bisa gue ngomong jujur?”

“gak ada salahnya gue tau perasaan lo”

“gue nyaman.”

backstreet?

“cak, lo gak lagi mabuk kan?”

“gue sadar.”

“kenapa harus backstreet?, kenapa gak lang–”

“lo mau di serang satu sekolah?”

“gue tau lo seterkenal itu di sini...”

“siapa bilang?”

susana sekolah mulai sepi seiring berjalannya waktu. begitu juga ruang band yang terdapat di sma neo, hanya menyisakan beberapa anak, yaitu cakra dan haksa. cakra sedang memegang gitar sambil me-genjreng senar pada gitarnya hingga menciptakan alunan yang indah.

“cak”, panggil haksa yang kini tengah duduk di sampingnya sambil memakan cilor yang dibelinya saat istirahat.

cakra menghentikan aktivitasnya dan mengalihkan pandangannya ke arah haksa.

“lama banget lo bolos”, haksa melontarkan pertanyaan kepada cakra. pernyataan ini memang sangat perlu dipertanyakan, pasalnya cakra jarang sekali mengikuti kelas dan pergi ke sekolah, bahkan teman satu sekolahnya menganggap cakra asing dimata mereka.

cakra tidak menanggapi pertanyaan dari haksa, ia lebih memilih untuk mengabaikan pertanyaan tidak berguna itu dan kembali memainkan gitarnya.

“yaelah cak, gue nanya baik-baik bukannya dijawab...”

cakra kembali menghentikan aktivitasnya bermain gitar karena mulut haksa, “mending lo pulang.”

“tinggal jawab doang susah ben–”, belum sempat haksa melanjutkan kalimatnya namun cakra sudah menatapnya dengan sinis hingga membuatnya bungkam. “iya ini gue pergi anjg, mata lo minta di cong–”, tatapan itu kembali membuat haksa diam dan memilih untuk meninggalkan ruangan.

cakra yang melihat haksa pergi meninggalkannya sendiri menghela nafas berat. saat haksa bertanya tadi, sebetulnya ia ingin menjawab, namun mulutnya memaksanya untuk bungkam.

setiap orang pasti mempunyai keluh kesahnya sendiri. sedekat apa kamu dengan seseorang, pasti lebih memilih untuk memendam daripada mengungkapkannya. begitu juga dengan cakra.

cakra meletakkan gitar yang sedari tadi ia mainkan pada meja di depannya dan segera bergegas untuk meninggalkan ruangan. saat dirinya sudah berada di depan pintu, tiba-tiba pintu terbuka dan menampakkan sesosok wanita yang cukup asing dimatanya.

“cakra?”, tanya wanita didepannya.

masih dengan wajah datarnya, cakra memilih untuk tidak memperdulikan wanita yang sedang

“gue boleh minta tolong gak?”

“tudep.”

“gue mau kita pacaran–cuma pura-pura.”

cakra melotot ke arah wanita di depannya, bagaimana ia tidak terkejut jika tiba-tiba orang yang tidak dirinya kenal mengajaknya pacaran, walau itu hanya pura-pura.

“sopan gak lo ngomong gini ke gue?”

“gue tau lo gak kenal sama gue, tapi gue tau lo siapa. gue bakal ikut lo ke arena kalo emang lo ngebolehin”...“gue mohon banget.”

sekali lagi wanita didepannya ini membuatnya terkejut, bagaimana ia bisa tau kalo dirinya bermain di arena balap.

“mending lo cari yang lain”

“gak, gue maunya lo.”

“maksa banget”

“seminggu.”

cakra melihat wanita di depannya ini sudah memohonkan mati-matian kepadanya sedari tadi, hatinya ingin menolak, namun tidak dengan mulutnya kini. mulutnya masih ingin mengatakan iya, sedangkan hatinya tidak.

“nama lo?.”

“cila, XII IPS 2”

“balik sono, udah sore”

“lo mau kan?”

cakra tidak menjawab pertanyaan dari cila, ia lebih memilih untuk diam.

“gue mohon banget”, cila menampilkan wajah melas nya kepada cakra...

“mau lo?”

“lo terima ajakan gue.”

“yaudah”, hingga membuat cakra meng iyakan ajakan tersebut.

cakra melihat wanita di depannya sangat senang dan tersenyum sumringah kepada dirinya. namun cakra tetap mempertahankan wajah datarnya, walau kini bibirnya tengah mengulas sebuah senyum tipis, saking tipisnya mungkin orang yang berada di dekatnya tidak akan menyadarinya.

cakra merasakan sesuatu ketika melihat cila tersenyum kepadanya, seperti ada yang janggal di hatinya, dejavu?.

“kalo gitu gue bal–”

“gue anter”, belum selesai cila berbicara namun cakra sudah memotongnya.

“makasih.”


“cila ayo balik”

“bentar zel”

hazel dan cila masih berada di kelas. hazel yang menunggu cila di depan pintu, dan cila yang masih duduk di bangkunya merapikan semua buku-buku miliknya.

“yasa udah balik duluan”, hazel menghampiri cila yang masih duduk di bangkunya.

“tenang, gue telfon sopir bentar”, cila tersenyum ke arah hazel sembari mengotak-atik ponselnya untuk menelfon seseorang.

“lama aelah cil, mending jalan”, hazel tidak setuju dengan keputusan cila untuk menelfon sopirnya agar menjemput mereka berdua.

“sabar zel, in–”, belum selesai cila berbicara kepada hazel namun telfonnya sudah berbunyi terlebih dahulu, alhasil cila harus mengangkat nya.

hazel menyimak pembicaraan cila dengan seorang laki-laki?, dirinya tidak tau siapa laki-laki yang sedang berbicara dengan sahabat nya ini. namun yang membuat hazel merasa aneh, wajah cila yang awalnya terlihat sumringah kini menjadi murung dan jutek?.

“zel, lo balik dulu aja”

“kenapa?”

“gue ada urusan bentar”

hazel merasakan ada yang janggal dari raut wajah dan cara berbicara cila setelah menerima telfon barusan.

“lo gak papa gue tinggal sendiri?”

it's oky

“beneran?”

“iya gue gak papa lo buruan pergi aja.”

mendengar cila sudah berbicara lantang kepadanya, hazel lebih memilih untuk pergi dan meninggalkan cila sendiri di dalam kelas.

...

– quersnda

assalamualaikum wr.wb

pertama-tama kita panjatkan puji syukur kehadirat allah swt, dengan senantiasa melimpahkan rahmat dan karunianya kepada kita semua. terimakasih atas waktunya yang diberikan kepada kami untuk mempresentasikan lomba dress code daur ulang.

perkenalkan kami perwakilan dari kls 8h, hari ini kami akan mempresentasikan hasil dress code milik kelas kami.

– judul dress code kali ini adalah “cintai lingkungan manfaat limbah sampah”.

– dari judul tersebut kami disini memilih untuk menggunakan bahan koran dan karung bekas, sedangkan alat yang digunakan adalah gunting, cutter, lem rajawali, lem lilin, penggaris, alat lem lilin, jarum dan benang. dari setiap alat tersebut mempunyai kegunaannya sendiri-sendiri.

– langkah pertama untuk membuat sebuah dress adalah menentukan design, setelah design di tentukan, kita dapat menyiapkan alat dan bahan yang kita perlukan. berhubung tema kali ini adalah memanfaatkan limbah sampah, jadi bahan utama yang harus kita gunakan adalah barang yang sudah tidak terpakai/terbuang. langkah kedua adalah membentuk pola baju pada karung, setelah itu gunting pola pada karung lalu jahit hingga membentuk sebuah baju. langkah ketiga adalah membentuk koran menjadi bentuk corong, pilin dll, lalu langkah terakhir adalah menempelkan semua koran yang telah di bentuk ke baju dengan menggunakan lem.

– kesimpulan yang bisa kita ambil dari presentasi ini adalah, tidak semua limbah sampah harus dibuang begitu saja. jika kita bisa memanfaatkannya, maka akan menjadi sebuah hasil karya yang sangat bernilai, contohnya seperti dress ini (baju).

sekian presentasi dari kelas kami, terimakasih dan wassalamu'alaikum wr.wb

assalamualaikum wr.wb

pertama-tama kita panjatkan puji syukur kehadirat allah swt, dengan senantiasa memberikan hidayah dan taufik kepada kita semua. terimakasih atas waktunya yang diberikan kepada kami untuk mempresentasikan lomba dress code daur ulang.

perkenalkan kami perwakilan dari kls 8h, hari ini kami akan mempresentasikan hasil dress code milik kelas kami.

– tema dress code kali ini adalah “cintai lingkungan manfaat limbah sampah”.

– dari judul tersebut kami disini memilih untuk menggunakan bahan koran dan karung bekas, sedangkan alat yang digunakan adalah gunting, cutter, lem rajawali, lem lilin, penggaris, alat lek lilin (tembak), jarum dan benang. dari setiap alat tersebut mempunyai kegunaannya sendiri.

– langkah pertama untuk membuat sebuah dress adalah menentukan design, setelah design di tentukan, kita dapat menyiapkan alat dan bahan yang kita perlukan. berhubung tema kali ini adalah memanfaatkan limbah sampah, jadi bahan utama yang harus kita gunakan adalah barang yang sudah tidak terpakai/terbuang. langkah kedua adalah membentuk pola baju pada karung, setelah itu gunting pola pada karung lalu jahit hingga membentuk sebuah baju. langkah ketiga adalah membentuk koran menjadi bentuk corong, pilin dll, lalu langkah terakhir adalah menempelkan semua koran yang telah di bentuk ke baju dengan menggunakan lem.

– kesimpulan yang bisa kita ambil dari presentasi ini adalah, tidak semua limbah sampah harus dibuang begitu saja. jika kita bisa memanfaatkannya, maka akan menjadi sebuah hasil karya yang sangat bernilai, contohnya seperti dress ini (baju).

sekian presentasi dari kelas kami, terimakasih dan wassalamu'alaikum wr.wb

assalamualaikum wr.wb

perkenalkan kami perwakilan dari kls 8h, hari ini kami akan mempresentasikan hasil dress code milik kelas kami.

– tema dress code kali ini adalah “cintai lingkungan manfaat limbah sampah”.

– dari judul tersebut kami disini memilih untuk menggunakan bahan koran dan karung bekas, sedangkan alat yang digunakan adalah gunting, cutter, lem rajawali, lem lilin, penggaris, alat lek lilin (tembak), jarum dan benang. dari setiap alat tersebut mempunyai kegunaannya sendiri.

– langkah pertama untuk membuat sebuah dress adalah menentukan design, setelah design di tentukan, kita dapat menyiapkan alat dan bahan yang kita perlukan. berhubung tema kali ini adalah memanfaatkan limbah sampah, jadi bahan utama yang harus kita gunakan adalah barang yang sudah tidak terpakai/terbuang. langkah kedua adalah membentuk pola baju pada karung, setelah itu gunting pola pada karung lalu jahit hingga membentuk sebuah baju. langkah ketiga adalah membentuk koran menjadi bentuk corong, pilin dll, lalu langkah terakhir adalah menempelkan semua koran yang telah di bentuk ke baju dengan menggunakan lem.

– kesimpulan yang bisa kita ambil dari presentasi ini adalah, tidak semua limbah sampah harus dibuang begitu saja. jika kita bisa memanfaatkannya, maka akan menjadi sebuah hasil karya yang sangat bernilai, contohnya seperti dress ini (baju).

sekian presentasi dari kelas kami, terimakasih dan wassalamu'alaikum wr.wb

assalamualaikum wr.wb

perkenalkan kami perwakilan dari kls 8h, hari ini kami akan mempresentasikan hasil dress code milik kelas kami.

– tema dress code kali ini adalah “cintai lingkungan manfaat limbah sampah”.

– dari tema tersebut kami disini memilih untuk menggunakan bahan koran dan karung bekas, sedangkan alat yang digunakan adalah gunting, cutter, lem rajawali, lem lilin, penggaris, alat lek lilin (tembak), jarum dan benang. dari setiap alat tersebut mempunyai kegunaannya sendiri.

– langkah pertama untuk membuat sebuah dress adalah menentukan design, setelah design di tentukan, kita dapat menyiapkan alat dan bahan yang kita perlukan. berhubung tema kali ini adalah memanfaatkan limbah sampah, jadi bahan utama yang harus kita gunakan adalah barang yang sudah tidak terpakai/terbuang. langkah kedua adalah membentuk pola baju pada karung, setelah itu gunting pola pada karung lalu jahit hingga membentuk sebuah baju. langkah ketiga adalah membentuk koran menjadi bentuk corong, pilin dll, lalu langkah terakhir adalah menempelkan semua koran yang telah di bentuk ke baju dengan menggunakan lem.

– kesimpulan yang bisa kita ambil dari presentasi ini adalah, tidak semua limbah sampah harus dibuang begitu saja. jika kita bisa memanfaatkannya, maka akan menjadi sebuah hasil karya yang sangat bernilai, contohnya seperti dress ini (baju).

sekian presentasi dari kelas kami, terimakasih dan wassalamu'alaikum wr.wb

assalamualaikum wr.wb

perkenalkan kami perwakilan dari kls 8h, hari ini kami akan mempresentasikan hasil dress code milik kelas kami.

– tema dress code kali ini adalah “cintai lingkungan manfaat limbah sampah”. dari tema tersebut kami disini memilih untuk menggunakan koran dan karung bekas, sedangkan alat yang digunakan adalah gunting, cutter, lem rajawali, lem lilin, penggaris, alat lek lilin (tembak), jarum dan benang. dari setiap alat tersebut mempunyai kegunaannya sendiri.

– langkah pertama untuk membuat sebuah dress adalah menentukan design, setelah design di tentukan, kita dapat menyiapkan alat dan bahan yang kita perlukan. berhubung tema kali ini adalah memanfaatkan limbah sampah, jadi bahan utama yang harus kita gunakan adalah barang yang sudah tidak terpakai/terbuang. langkah kedua adalah membentuk pola baju pada karung, setelah itu gunting pola pada karung lalu jahit hingga membentuk sebuah baju. langkah ketiga adalah membentuk koran menjadi bentuk corong, pilin dll, lalu langkah terakhir adalah menempelkan semua koran yang telah di bentuk ke baju dengan menggunakan lem.

– kesimpulan yang bisa kita ambil dari presentasi ini adalah, tidak semua limbah sampah harus dibuang begitu saja. jika kita bisa memanfaatkannya, maka akan menjadi sebuah hasil karya yang sangat bernilai, contohnya seperti dress ini (baju).

sekian presentasi dari kelas kami, terimakasih dan wassalamu'alaikum wr.wb

assalamualaikum wr.wb

perkenalkan kami perwakilan dari kls 8h, hari ini kami akan mempresentasikan hasil dress code milik kelas kami.

– tema dress code kali ini adalah “cintai lingkungan manfaat limbah sampah”. dari tema tersebut kami disini memilih untuk menggunakan koran dan karung bekas, sedangkan alat yang digunakan adalah gunting, cutter, lem, benang dan jarum. dari setiap alat tersebut mempunyai kegunaannya sendiri.

– langkah pertama untuk membuat sebuah dress adalah menentukan design, setelah design di tentukan, kita dapat menyiapkan alat dan bahan yang kita perlukan. berhubung tema kali ini adalah memanfaatkan limbah sampah, jadi bahan utama yang harus kita gunakan adalah barang yang sudah tidak terpakai/terbuang. langkah kedua adalah membentuk pola baju pada karung, setelah itu gunting pola pada karung lalu jahit hingga membentuk sebuah baju. langkah ketiga adalah membentuk koran menjadi bentuk corong, pilin dll, lalu langkah terakhir adalah menempelkan semua koran yang telah di bentuk ke baju dengan menggunakan lem.

– kesimpulan yang bisa kita ambil dari presentasi ini adalah, tidak semua limbah sampah harus dibuang begitu saja. jika kita bisa memanfaatkannya, maka akan menjadi sebuah hasil karya yang sangat bernilai, contohnya seperti dress ini (baju).

sekian presentasi dari kelas kami, terimakasih dan wassalamu'alaikum wr.wb

“telat”

belum juga hazel bernafas dengan lega setelah sampai di kantin, dirinya sudah mendapatkan ocehan dari seorang cakra.

“balik sono”...“kelamaan lo jalannya”...“harusnya gue sewain pesawat buat lo tadi, gimana?”, cakra tertawa remeh.

“udah mending gue mau dateng, hargain kek perjalanan gue dadi kelas ke kantin”

“btw, siapa yang nyuruh lo kesini?”, cakra bertanya kepada hazel sambil menaikkan satu alisnya, tidak lupa dengan wajah datarnya.

“lo gak lagi mainin gue kan?”...“lo sendiri yang nyuruh gue ke kantin!”, emosi hazel saat ini sedang di permainkan oleh laki-laki yang tengah duduk depannya.

“siapa?”

“ya lo lah!”

“bego banget jadi cewek”...“udah keliatan kenapa dia bisa nipu lo”, cakra berdiri, berjalan mendekati hazel yang menatapnya datar. saat cakra tiba tepat di depan wajah hazel, dirinya tersenyum remeh, seolah dia tengah memberitahu bahwa hazel sangat rendah dimatanya.

hazel yang tadinya tidak ingin menanggapi omongan cakra, kini tidak terima jika harga dirinya tengah diremehkan “lo ngatain gue bego?”...“mau gue beliin kaca?, bisa-bisanya lo mau diajak mainin perasaan cewek”...“harga diri lo sebagai laki-laki kemana!?”...“lo cowok paling egois yang pernah gue temuin.”, hazel meluapkan semua amarah dan isi hatinya kepada cakra.

cakra diam, tidak berkutip sama sekali.

“kenapa diem?”...“dimana cakra yang sombong barusan?, kini giliran hazel yang tersenyum remeh kepada cakra.

“lo...”, belum sempat cakra menyelesaikan kalimatnya, bel istirahat telah lebih dulu berbunyi. perlahan murid-murid dari kelas lain berdatangan ke kantin, hal itulah yang kini membuat banyak pasang mata menyaksikan mereka berdua, tak terkecuali teman-teman cakra.

“cakra.”, salah satu dari teman cakra yang melihat mereka berdua maju dan menghampiri keduanya, ia adalah naren.

belum sempat naren berbicara kepada cakra, dirinya sudah pergi meninggalkan kantin begitu saja, hingga membuatnya menjadi bahan omongan siswa & siswi yang melihatnya.

hazel yang tidak peka dengan situasi ini hanya diam dan menatap bingung naren.

“gue naren, temen cakra”...“gue minta maaf kalo cakra udah nyakitin hati lo sama kata-katanya.”

ini ketos bukan sih?, hazel teringat dengan wajah laki-laki ini, bukankah dia ketua osis yang sudah lama menjabat di sekolah ini. jadi laki-laki yang ia temui di arena tadi malam adalah...ketos sekolahnya sendiri, ini tidak salah lagi.

“gak masalah sih”...“btw, tadi mal–”

“bubar.”, naren sudah paham, hazel ingin berbicara apa kepadanya, pasti ini mengenai taruhan tadi malam. sebelum ia berbicara lebih lanjut mengenai tadi malam, naren segera menghentikannya dengan membubarkan kerumunan siswa & siswi yang sedari tadi menyimak mereka berdua.

siswa & siswi yang mendengar perintah naren pun segera bubar. ada yang benar-benar meninggalkan kantin dan ada yang masih berada di kantin untuk memesan makanan.

...

– quersnda

“telat”

belum juga hazel bernafas dengan lega setelah sampai di kantin, dirinya sudah mendapatkan ocehan dari seorang cakra.

“balik sono”...“kelamaan lo jalannya”...“harusnya gue sewain pesawat buat lo tadi, gimana?”, cakra tertawa remeh.

“udah mending gue mau dateng, hargain kek perjalanan gue dadi kelas ke kantin”

“btw, siapa yang nyuruh lo kesini?”, cakra bertanya kepada hazel sambil menaikkan satu alisnya, tidak lupa dengan wajah datarnya.

“lo gak lagi mainin gue kan?”...“lo sendiri yang nyuruh gue ke kantin!”, emosi hazel saat ini sedang di permainkan oleh laki-laki yang tengah duduk depannya.

“siapa?”

“ya lo lah!”

“bego banget jadi cewek”...“udah keliatan kenapa dia bisa nipu lo”, cakra berdiri, berjalan mendekati hazel yang menatapnya datar. saat cakra tiba tepat di depan wajah hazel, dirinya tersenyum remeh, seolah dia tengah memberitahu bahwa hazel sangat rendah dimatanya.

hazel yang tadinya tidak ingin menanggapi omongan cakra, kini tidak terima jika harga dirinya tengah diremehkan “lo ngatain gue bego?”...“mau gue beliin kaca?, bisa-bisanya lo mau diajak mainin perasaan cewek”...“harga diri lo sebagai laki-laki kemana!?”...“lo cowok paling egois yang pernah gue temuin.”, hazel meluapkan semua amarah dan isi hatinya kepada cakra.

cakra diam, tidak berkutip sama sekali.

“kenapa diem?”...“dimana cakra yang sombong barusan?, kini giliran hazel yang tersenyum remeh kepada cakra.

“lo...”, belum sempat cakra menyelesaikan kalimatnya, bel istirahat telah lebih dulu berbunyi. perlahan murid-murid dari kelas lain berdatangan ke kantin, hal itulah yang kini membuat banyak pasang mata menyaksikan mereka berdua, tak terkecuali teman-teman cakra.

“cakra.”, salah satu dari teman cakra yang melihat mereka berdua maju dan menghampiri keduanya, ia adalah naren.

belum sempat naren berbicara kepada cakra, dirinya sudah pergi meninggalkan kantin begitu saja, hingga membuatnya menjadi bahan omongan siswa & siswi yang melihatnya.

hazel yang tidak peka dengan situasi ini hanya diam dan menatap bingung naren.

“gue naren, temen cakra”...“gue minta maaf kalo cakra udah nyakitin hati lo sama kata-katanya.”

ini ketos bukan sih?, hazel teringat dengan wajah laki-laki ini, bukankah dia ketua osis yang sudah lama menjabat di sekolah ini. jadi laki-laki yang ia temui di arena tadi malam adalah?, ketos sekolahnya sendiri. ini tidak salah lagi.

“gak masalah sih”...“btw, tadi mal–”

“bubar.”, naren sudah paham, hazel ingin berbicara apa kepadanya, pasti ini mengenai taruhan tadi malam. sebelum ia berbicara lebih lanjut mengenai tadi malam, naren segera menghentikannya dengan membubarkan kerumunan siswa & siswi yang sedari tadi menyimak mereka berdua.

siswa & siswi yang mendengar perintah naren pun segera bubar. ada yang benar-benar meninggalkan kantin dan ada yang masih berada di kantin untuk memesan makanan.

...

– quersnda